Berita Terbaru

PENERAPAN GOOD GOVERNANCE UNTUK PERKUAT LIVELIHOOD


Sleman. Sekitar 35 peserta dari unsur pemerintah desa dan pemerintah daerah berdiskusi dalam kegiatan FGD tentang good governance yang akan diterapkan dimasing-masing Desa. Kegiatan FGD diikuti peserta dari Desa Sumbermulyo-Kab. Bantul, Desa Sindumartani dan Wukirsari-Kab. Sleman, dan Desa Ngawen-Kab. Magelang dengan masing-masing didampingi oleh SKPD terkait (BPMPD/Bapermas & Bappeda). Kegiatan tersebut difasilitasi REKOMPAK yang dilaksanakan di Hotel Cakra Kembang Yogyakarta, Kamis 17 Juli 2014.

Dalam pengantar pembukaan Eki Arsita Riski, selaku Kasatker REKOMPAK menyinggung tentang rencana diterapkannya good governance untuk beberapa desa dampingan REKOMPAK pasca erupsi dan banjir lahar Merapi 2010 sebagai pilot. Dari pengalaman kegiatan good governance yang telah dipilotkan di 4 (empat) desa dampingan REKOMPAK pasca gempa bumi di Bantul dan Klaten tahun 2006, ternyata ada pengalaman baik yang dapat dicapai. Kegiatan pengurusan sertifikat tanah melalui program LARASITA dengan menerapkan prinsip-prinsip good governance di Desa Sumbermulyo ternyata dianggap berhasil oleh masyarakat. Pertimbangan lain juga disinggung saat ini setidaknya ada tiga momen baik untuk dapat menerapkan kegiatan good governance di desa dampingan REKOMPAK, yaitu ada kegiatan livelihood, menyongsong diberlakukannya Perpres KSN Merapi, dan akan diberlakukannya UU Desa No. 6 Tahun 2014.

Sebelum acara diskusi diawali dengan pemaparan pengalaman baik (best practice) penerapan good governance di Desa Sumbermulyo oleh Ani Handayani, selaku Kepada Desa Sumbermulyo. Disampaikan bahwa untuk dapat menerapkan kegiatan tersebut awalnya memang tidak mudah, banyak penentangan dari pihak-pihak yang selama ini merasa nyaman dengan pelayanan birokrasi dalam beberapa kasus pelayanan publik belum mendukung kebutuhan masyarakat. Pelaksanaan good governance yang melibatkan masyarakat sampai akar rumput (grass root) akhirnya didapatkan beberapa bidang pelayanan, atau 3 bidang pelayanan yang menurut masyarakat perlu dibenahi dengan menerapkan good governance. Bidang pengurusan sertifikat tanah, bidang pelayanan peningkatan ekonomi, dan bidang administrasi pemerintahan desa, menjadi pilihan masyarakat saat ini untuk dapat dilaksanakan. Kegiatan pengurusan sertifikat tanah melalui program LARASITA kebetulan yang menjadi prioritas untuk dilaksanakan terlebih dahulu atas dampingan REKOMPAK-JRF saat itu.

Terkait akan diberlakukannya UU tentang Desa juga diberikan pencerahan yang disampaikan oleh Suharyanto dari Forum Pengembangan Pembaharuan Desa (FPPD), mengacu pada UU Desa No.6 tahun 2014, PP No.43 tahun 2014 tentang UU Desa No.6 tahun 2014, dan Permendagri No.39 tahun 2010 tentang BUMDes. Pengalaman baik (best practice) juga disampaikan terkait dengan keberhasilan BUMDes di Desa Bleberan, Kayen Gunung Kidul dan di BUMDes Hanyukupi Desa Ponjong, Kec. Ponjong Gunung Kidul, yang mengelola kegiatan pariwisata dan BUMDes Rama Mandiri Desa Rantau Timur, Rantau Pulung Kutai Kaltim yang mengelola Air siap minum, Listrik Desa, Simpan pinjam dan Toko Saprotan.

Dalam diskusi ternyata masing-masing desa mempunyai ketertarikan dengan kegiatan livelihood yang arahnya mendirikan BUMDes. Hal ini juga sejalan dengan adanya UU Desa yang mensyaratkan 3 pilar utama yang harus dipenuhi, yaitu kesiapan aparat desa, masyarakat, dan kelembagaan desa. Momentum saat ini melalui pendampingan REKOMPAK meskipun dengan waktu yang hanya sekitar 3 bulan dapat mengawali kegiatan good governance sampai masyarakat dapat memunculkan isu dan bidang pelayanan publik yang akan dilaksanakan dalam kegiatan pendampingan good governance.

Dalam sesi penutupan, Kasatker meningatkan meskipun dalam diskusi didominasi isu BUMDes sebaiknya nantinya tidak hanya sebatas itu. Perlu diperdalam hal-hal lain seperti substansi dari Perpres KSN Merapi dan UU Desa, sehingga dapat memperbanyak isu yang akan digali oleh masyarakat saat ada pendampingan kegiatan good governance.

 (Ditulis oleh : Sentot Sederajat- TA CB, Sugiarto - Monev REKOMPAK)




Lihat Berita Sebelumnya

Video REKOMPAK CiptaKarya

Rembuk Warga Dusun Banjarsari, Glagah Harjo DI Yogyakarta