Berita Terbaru

Pelaksanaan Expert Group Meeting Penyusunan Skenario & Indikasi Program Livelihood


Sleman. Pada tanggal 15-16  Mei 2013 bertempat di RM lembah Ngosit telah diadakan EGM penyusunan skenario dan indikasi program livelihood yang diselenggarakan oleh Capacity Building PMT Rekompak.  Acara dibuka oleh Koordinator PMT, Makhmudun Ainuri dan Advisory PMU, Arif Budi Wahyono. Pembicara yang menjadi narasumber utama dalam acara tersebut yaitu dari perwakilan World Bank yaitu Paulus Bawole  dan Tri Dwi Budirianto, sedangkan Pemandu/ narasumber  dari PMT antara lain TA Urban Design, TA DRR/Safeguard, TA Livelihood Restore, dan TA Sosial.   Narasumber yang lain yaitu dari fasilitator  CRF dan fasilitator  RPP.

Kegiatan EGM ini dikemas dalam metode workshop dan dilaksanakan selama dua hari dalam rangka menindaklanjuti hasil assessment fasilitator resilience (CRF) yang sudah diproses dalam tahapan analisis. Fokus kegiatan workshop adalah  pada penyusunan skenario pengembangan livelihood dan indikasi program yang berbasis komunitas dan berorientasi kepada eco-settlement dan pengurangan risiko bencana.

Adapun tujuan  dari  workshop tersebut adalah sebagai berikut : 1.)Meningkatkan pemahaman terhadap penataan permukiman yang  berbasis komunitas dan berorientasi  kepada eco-settlement dan pengurangan risiko bencana; 2.) Menyamakan pengertian terhadap pemahaman pengembangan livelihood yang berbasis komunitas dan berorientasi  kepada eco-settlement dan pengurangan risiko bencana; 3.) Menyampaikan progress hasil analisis assessment livelihood restore yang dilakukan oleh fasilitator resilience, fasilitator RPP dan fasilitator sosial; 4.) Merumuskan skenario dan indikasi program livelihood yang berbasis komunitas dan berorientasi  kepada eco-settlement dan pengurangan risiko bencana ; 5.) Menyusun hasil rumusan skenario dan indikasi program livelihood untuk selanjutnya menjadi masukan dan rujukan dalam dokumen review RPP dan dokumen RPP baru yang berbasis komunitas dan berorientasi  kepada eco-settlement dan pengurangan risiko bencana.

Peserta yang terlibat dalam kegiatan ini  selain PMT Rekompak , juga mengundang Konsultan livelihood. Dari  jajaran Rekompak  hadir juga perwakilan di tingkat Korlap baik  dari Assisten Sosial dan Assisten Lingkungan,  Assisten UP, Fasilitator CRF dan RPP serta perwakilan fasilitator sosial BDL/BDL  baik dari wilayah Korlap DIY maupun Korlap Jateng (Magelang Boyolali).

Keluaran dari workshop ini adalah tersusunnya hasil rumusan skenario dan indikasi program livelihood dalam rangka kelangsungan hidup dan penghidupan warga yang bertumpu pada asset penghidupan antara lain: Sosial Capital, Human Capital, Financial Capital, Natural Capital dan Physical Capital yang berbasis komunitas dan berorientasi  kepada eco-settlement dan pengurangan risiko bencana, sehingga dapat menjadi masukan dan rujukan dalam kegiatan review RPP dan penyusunan dokumen RPP baru.

(Ditulis Oleh Evi Herawati-Livelihood Restoration Expert)




Lihat Berita Sebelumnya

Video REKOMPAK CiptaKarya

Rembuk Warga Dusun Banjarsari, Glagah Harjo DI Yogyakarta