Berita Terbaru

SERTIFIKAT HAK MILIK DISERAHKAN WARGA HUNTAP LARANGAN SUMRINGAH


Magelang. Warga huntap Larangan Desa Jumoyo, Kecamatan Salam, Kabupaten Magelang menyiratkan rasa gembiranya saat menerima serifikat tanah hak milik yang diberikan pemerintah kepada seluruh warga huntap sebanyak 53 Sertifikat. Sepuluh orang perwakilan warga huntap Larangan menerima sertifikat yang secara simbolis diserahkan oleh Agung Trijaya, SH., MH., selaku Plt Sekda Kabupaten Magelang didampingi Bintarwan W. SH., MKn., selaku Kepala BPN Kabupaten Magelang, mewakili Bupati Magelang. Pelaksanaan penyerahan sertifikat bertempat di huntap Larangan dan juga sekaligus digunakan untuk penyerahan secara simbolis bagi 11 desa di Kabupaten Magelang untuk program Prona 2014. Kegiatan ini dilakukan bertepatan dengan hari ulang tahun Agraria ke-54, tanggal 24 September 2014.

Kepala Desa Jumoyo, selaku ketua panitia dan selaku tuan rumah sekaligus mewakili warga huntap Larangan mengucapkan terima kasih kepada semua pihak, atas terwujudnya huntap Larangan mulai dari penyediaan tanah, pembangunan huntap, sampai dengan penerbitan sertifikat hak milik oleh BPN. Dijelaskan bahwa tanah huntap Larangan berasal dari tanah kas desa (TKD) sebagai bengkok (pelungguh) Kepada Desa Jumoyo seluas 9.000m2 dibeli oleh pemerintah untuk lokasi huntap. Saat ini uang pembebasan lahan tersebut sudah diwujudkan kembali dalam bentuk tanah bengkok seluas 8.600 m2 dan kondisinya lebih subur dari sebelumnya. Dengan telah diterbitkannya 53 sertifikat hak milik atas nama seluruh warga huntap Larangan, maka yang selama ini diidamkan seluruh warga huntap telah terwujud.

Kepala BPN Kabupaten Magelang, Bintarwan sangat bergembira dalam kesempatan ulang tahun Agraria ke-54 yang jatuh pada tanggal 24 September 2014 ini secara Nasional dilakukan acara penyerahan sertifikat, termasuk di Kabupaten Magelang bertempat di huntap Larangan. Dampak pasca bencana erupsi dan banjir lahar Merapi 2010 belum semua warga yang berhak mendapatkan huntap dapat memiliki sertifikat hak milik. Bola salju penyelesaian sertifikat hak milik sudah mulai bergulir dari huntap Larangan Desa Jumoyo menuju kedesa-desa lain yang terdapat huntapnya. Bersama SKPD terkait di Kabupaten Magelang kami dari BPN akan mencoba mengudari (mengurai) masalahnya satu-persatu agar sisa target pensertifikatan tanah warga huntap dapat segera terlaksana.

Mewakili Bupati Magelang, Agung Trijaya, SH., MH., menyampaikan sambutan, bahwa BPN Kabupaten Magelang masih mengemban tugas berat untuk mensertifikasi sekitar 900 ribu bidang tanah yang sampai saat ini baru mencapai 40%. Jika dirata-rata pertahun hanya mampu menyelesaikan 6 ribu bidang, maka untuk menyelesaikan diperlukan waktu sekitar 80 tahun lagi. Untuk itu disamping proses sertifikat dengan cara konvensional, juga dibuat inovasi baru seperti sertifikat masyarakat swadaya (SMS) yang bisa lebih cepat dan biaya pengurusan jauh lebih murah atau hanya 20% dari biaya normal. Pada tahun ini BPN Kabupaten Magelang menyerahkan sebanyak 3.403 sertifikat terdiri dari 3.000 sertifkat Prona, 350 sertifikat program strategis, dan 53 sertifikat untuk warga huntap Larangan ini. Rencana pembangunan huntap yang diusulkan Kabupaten Magelang sebanyak 785 KK, sebanyak 476 KK sudah difasilitasi. Sisanya sebanyak 309 KK, masih ada yang mengantri 144 KK bersedia relokasi dan 165 KK masih menolak untuk relokasi. Dari 476 KK yang sudah mendapatkan huntap, baru 53 KK yang sudah diberikan sertifikat hak milik atas tanah huntap. Sekda berpesan bahwa sertifikat hak milik yang sudah diserahkan sekarang mempunyai kekuatan hukum sebagai bukti terkuat atas kepemilikan tanah, untuk itu perlu disimpan dan dijaga dengan baik. Sedangkan untuk huntap-huntap yang lain akan segera diwujudkan proses pensertifikatannya.

Ditanya bagaimana perasaannya setelah memperoleh sertifikat hak milik, Abdul Kholiq, Didik Prasetyo, dan Sutriyanto sebagai warga huntap Larangan merasa senang, lebih mantap menempati huntap dan tidak khawatir lagi tentang status tanah yang ditempati sekarang.

(Ditulis oleh: Sugiarto – Monev PMT Rekompak, Kustanti Asisten Sosial Rekompak)




Lihat Berita Sebelumnya

Video REKOMPAK CiptaKarya

Rembuk Warga Dusun Banjarsari, Glagah Harjo DI Yogyakarta